"Jadi ya sudah, aku posting bahwa kebahagiaan dan kesedihan itu bisa langsung jadi satu dan berlangsung kayak menjentikkan jari saja gitu," katanya.

Sinyorita juga memilih menerima keguguran yang dialaminya sebagai bagian dari takdir. Ia menegaskan berbagai upaya yang dilakukan manusia pada akhirnya tetap berada di luar kuasa Tuhan.

"Dengan segala pertanyaan itu, aku cuman kasih satu kata: qodarullah saja. Karena jujur mau seketat apa pun kita sudah menjaga kandungan dan lain-lain, rahim itu ranahnya Allah," ujarnya.

"Mau sekeren apa pun program yang kita jalanin, kalau misalnya memang kata Allah harus luruh, ya luruh saja," sambung Sinyorita.