"Melalui inovasi ini, kami menargetkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola lahan serta tanaman. Pengurangan penggunaan pestisida dan bahan kimia berbahaya juga diharapkan dapat mendukung sistem pertanian yang mampu menyediakan pangan sehat dan bergizi secara berkelanjutan bagi masyarakat," kata Nimrod.

Dalam paparannya, Nimrod menyampaikan, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya telah mengirimkan 87 inovasi hingga 2026.

Jumlah tersebut terdiri atas 51 inovasi pelayanan publik atau 58,6 persen, 16 inovasi tata kelola pemerintahan daerah atau 18,4 persen serta 20 inovasi lainnya yang berkaitan dengan urusan pemerintahan dan kewenangan daerah atau 23 persen.

Ia menjelaskan pengembangan inovasi tersebut memberikan dampak terhadap penguatan budaya inovasi di organisasi perangkat daerah (OPD), peningkatan kualitas pelayanan publik serta peningkatan skor dan peringkat IGA Kabupaten Sorong.

"Arah lanjut pengembangan inovasi adalah memperkuat pendampingan dan kurasi inovasi OPD, menjaga keberlanjutan dan replikasi inovasi, meningkatkan kualitas dokumen, bukti dukung dan dampak inovasi," ujarnya.