NADIKABAR.COM — Dirancang untuk layanan kesehatan primer di lini terdepan di negara berkembang, Aira merupakan sistem dukungan keputusan klinis (CDSS) berbasis AI pertama yang menggabungkan dokumentasi, otomatisasi alur kerja, dan analisis data EHR pasien dengan pengambilan keputusan klinis dalam satu tanda CE.
Mumbai, India dan New York, (ANTARA/PRNewswire)- Qure.ai, pemimpin global dalam diagnosis dini dan koordinasi perawatan berbasis AI, hari ini mengumumkan bahwa sistem dukungan keputusan klinis (CDSS) Aira telah memperoleh sertifikasi CE Kelas IIb berdasarkan Peraturan Perangkat Medis (MDR) Uni Eropa. Pencapaian ini diraih setahun setelah peluncuran Aira dan memperluas pengalaman Qure.ai selama satu dekade di bidang AI medis yang teregulasi—mulai dari TB, kanker paru-paru, hingga penyakit tidak menular lainnya—ke dukungan keputusan klinis berbasis AI.
Diluncurkan dalam Majelis Kesehatan Dunia 2025, Aira dirancang untuk menjawab tiga tantangan utama yang terus dihadapi layanan kesehatan primer: kekurangan tenaga kesehatan, penerapan pedoman klinis yang belum konsisten, serta beban administratif yang menyita waktu tenaga kesehatan untuk melayani pasien. Platform ini terintegrasi dengan sistem kesehatan yang sudah ada melalui lapisan AI, mengubah konsultasi dan catatan berbasis kertas menjadi rekam jejak perawatan digital, menyediakan riwayat pasien dan rekomendasi sesuai pedoman nasional bagi tenaga kesehatan, serta membantu menjaga komunikasi dengan pasien di antara kunjungan. Dirancang agar dapat digunakan dalam bahasa lokal, pada perangkat digital yang sudah tersedia, dan dalam kondisi koneksi internet yang tidak stabil, Aira menjadikan digitalisasi sebagai bagian dari layanan kesehatan, bukan sebagai tugas tambahan bagi tenaga kesehatan di lini terdepan yang sudah dibebani banyak pekerjaan.
Dengan mengotomatiskan dokumentasi rutin dan tindak lanjut serta menyediakan panduan klinis terkini untuk mendukung layanan sehari-hari, Aira membantu tenaga kesehatan yang kewalahan dengan beban kerja agar dapat menggunakan waktu mereka secara lebih efektif dan memberikan layanan yang lebih berkualitas. Tujuannya adalah mewujudkan layanan kesehatan primer yang konsisten dan terintegrasi, bahkan di wilayah yang masih memiliki keterbatasan tenaga kesehatan dan digitalisasi.
"Kualitas layanan kesehatan primer yang diterima seseorang seharusnya tidak ditentukan oleh tempat tinggalnya," kata Prashant Warier, Rekan Pendiri dan CEO Qure.ai. "Namun, tenaga kesehatan tidak dapat memberikan perhatian penuh kepada pasien jika mereka juga harus mengisi catatan, mencari panduan, dan menindaklanjuti pasien yang melewatkan jadwal kunjungan. Kami mengembangkan Aira untuk menangani tugas-tugas tersebut. Sertifikasi Kelas IIb merupakan pencapaian penting karena membuktikan bahwa sistem dukungan keputusan klinis kami telah memenuhi persyaratan salah satu kerangka regulasi perangkat medis paling ketat di dunia. Ambisi yang lebih besar adalah memastikan tenaga kesehatan yang bekerja di wilayah dengan keterbatasan sumber daya dapat mengakses dukungan klinis yang andal."