Berdasarkan Peraturan Perangkat Medis Uni Eropa, Kelas IIb termasuk dalam tingkat pengawasan regulasi tertinggi di Uni Eropa untuk perangkat lunak pendukung pengambilan keputusan yang akurasi dan keandalannya sangat penting bagi hasil perawatan pasien. Dukungan keputusan klinis Aira telah disertifikasi berdasarkan kerangka regulasi ini, sehingga kementerian kesehatan, penyedia layanan kesehatan, dan pihak penyandang dana memiliki landasan yang telah dinilai secara independen untuk melakukan evaluasi dan pengadaan, sesuai dengan peraturan setempat yang berlaku.

Dalam tahun pertamanya, Aira telah diterapkan di sepuluh lokasi percontohan dan menjangkau ribuan pasien serta masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan di berbagai wilayah, mulai dari daerah terpencil hingga perkotaan di Nigeria, Kenya, Mozambik, Kepulauan Solomon, dan Bangladesh. Di Nigeria, Aira membantu tenaga kesehatan di pusat ART (Anti-Retroviral Therapy) mencatat data secara terstruktur dan mengambil keputusan berdasarkan pedoman klinis. Program ini dijalankan bersama Catholic Caritas Foundation of Nigeria di Enugu dan Ebonyi, serta Adamawa State HIV/AIDS and STI Control Program.

Di Kenya, Aira diterapkan melalui kerja sama dengan mitra lokal dan sejumlah departemen di Kementerian Kesehatan. Di Mozambik, Aira terintegrasi dengan AlΓ΄Vida, platform nasional yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan (MISAU), dengan VillageReach sebagai mitra pelaksana dan Qure.ai sebagai penyedia teknologi. Integrasi ini mendukung kesiapsiagaan menghadapi pandemi melalui inisiatif Gates Foundation. Di Kepulauan Solomon, Aira membantu mengubah pelaporan kesehatan yang sebelumnya menggunakan dokumen kertas menjadi sistem digital guna mendukung pelaporan nasional yang dilakukan oleh Kantor Regional Pasifik Barat WHO. Di Bangladesh, Aira tengah diterapkan dengan dukungan dari Endless Health.

Dalam program layanan kesehatan masyarakat di Kenya, Aira berhasil memangkas waktu yang dihabiskan untuk dokumentasi sesuai protokol hingga 32%, sekaligus memastikan 98% tugas dokumentasi dapat diselesaikan. Di fasilitas layanan primer HIV di Nigeria, Aira membantu tenaga kesehatan meluangkan lebih banyak waktu untuk melayani pasien, dengan rasio waktu pelayanan klinis terhadap pekerjaan administratif meningkat 67% dan waktu untuk urusan administratif berkurang 23%.

Aira juga membantu memastikan pasien tetap mendapatkan layanan kesehatan secara berkelanjutan di antara jadwal kunjungan. Di Nigeria, panggilan otomatis dalam bahasa Hausa dan Inggris digunakan untuk mengingatkan pasien tentang jadwal kunjungan yang akan datang dan menghubungi kembali pasien yang melewatkan jadwal perawatan, sekaligus membantu memastikan penerapan protokol klinis yang konsisten di seluruh tim.