Menurut guru dalam video tersebut, ulat juga ditemukan di beberapa ompreng MBG lainnya. Walhasil, puluhan ompreng MBG tersebut tak jadi dibagikan kepada para murid.

Kepala SPPG Karang Sidemen, Johan Sastra Irawan, mengakui adanya peristiwa tersebut. Johan menyebut petugas SPPG kurang teliti dalam proses pemeriksaan bahan makanan sebelum diolah dan didistribusikan.

"Kami tidak ada pembelaan untuk hal ini. Memang relawan kami kurang teliti. Terkait hal ini, kami sudah langsung selesaikan dan makanan tidak dikonsumsi," kata Johan melalui keterangannya kepada NadiKabar, Senin (14/9/2026).