"Kemudian ompreng raksasa lengkap dengan menunya dan dituliskan 'Menu MBG Bayangan' itu sebagai bentuk belum merasakan MBG," imbuhnya.

Ahmad mengatakan para siswa berharap program MBG segera direalisasikan di Pulau Mandangin. Selama ini, mereka hanya mengetahui program tersebut melalui media sosial dan televisi.

"Di sini belum ada MBG, mereka tahunya dari TV dan HP. Mereka ingin merasakan," pungkasnya.

Untuk diketahui, Pulau Mandangin merupakan salah satu wilayah terluar Sampang yang hanya bisa diakses melalui jalur laut. Untuk menuju pulau tersebut, dibutuhkan waktu perjalanan sekitar dua jam.