NADIKABAR.COM — Lebih dari 1.000 orang terluka selama aksi protes besar-besaran yang dilakukan para siswa sekolah menengah atas (SMA) di Prancis, menurut pihak berwenang seperti dilaporkan surat kabar Le Figaro, Senin (5/10).

Laporan tersebut merinci pihak-pihak yang terluka antara lain 715 anggota kepolisian dan angkatan bersenjata Prancis (gendarmes), serta 215 siswa dan 85 staf lembaga pendidikan.

Menurut data Kementerian Dalam Negeri Prancis, sebanyak 6.059 orang ditangkap sejak unjuk rasa berlangsung. Saluran BFMTV menyebut bahwa sepanjang hari Senin (5/10) saja, 964 orang telah diamankan otoritas setempat.

Kementerian tersebut menyatakan proses pengadilan telah dimulai untuk 1.802 orang yang sudah diamankan, termasuk 1.483 anak di bawah umur.

Para siswa SMA di Prancis menggelar aksi unjuk rasa sejak pertengahan September untuk memprotes jadwal pelajaran yang terlalu padat, kekurangan guru, dan berbagai masalah pendidikan lainnya.

Dalam beberapa kasus, unjuk rasa tersebut berujung pada kerusuhan.

Penerjemah: Nabil Ihsan