NADIKABAR.COM — Polisi mengungkap seorang siswa kelas 9 di salah satu SMP Negeri di Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim) yang mengedit foto rekan-rekannya menggunakan artificial intelligence (AI) hingga bermuatan vulgar, melaporkan soal penganiayaan. Siswa itu mengaku dianiaya karena ulahnya mengedit foto rekannya.

"Adapun sebelumnya korban (penganiayaan) mengedit foto siswi-siswi menjadi foto vulgar, lalu teman-teman siswi-siswi tersebut tidak menerima sehingga melakukan kekerasan fisik terhadap korban. Jadi yang melakukan penganiayaan teman-teman para korban karena kesal sudah mengedit foto para korban," kata Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP I Made Budi saat dihubungi, Kamis (24/9/2026).

Penganiayaan terjadi pada Selasa (15/9) sebuah rumah kosong di Pulogadung, Jakarta Timur. Setelah pulang sekolah, siswa itu dijemput oleh rekan-rekannya.

"Setelah di rumah kosong korban dipukul di bagian hidung, telinga, kepala, dan dada korban ditendang oleh beberapa pelaku (lidik). Salah satu pelaku mengancam menggunakan katana atau samurai," ujarnya.