Siswa itu juga dianiaya lagi pada Rabu (16/9) di waduk kawasan Kayu Putih. Siswa itu mengalami sejumlah luka akibat penganiayaan tersebut.
"Kemudian setiba di Waduk korban dipukul dibagian kepala, di gampar di bagian telinga kanan dan kiri, kemudian bagian perut korban beberapa kali ditendang oleh beberapa pelaku (lidik)," tuturnya.
Aksi penganiayaan terhadap siswa kelas 9 itu dipicu dugaan dia mengedit foto rekan-rekannya di SMP Negeri di Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim) menggunakan artificial intelligence (AI) hingga bermuatan vulgar. Pihak kepolisian bergerak melakukan penelusuran.
"Iya betul (informasi tersebut), namun saat ini belum ada laporan dari para korban," kata Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP I Made Budi saat dihubungi, Kamis (22/9).