"Kami sepakat, MBG kami off-kan dulu, dalam batas waktu tidak ditentukan. Dari SPPG akan evaluasi besar-besaran karena banyak masukan juga," ujar Naila.
Untuk sementara, distribusi MBG ke SMA Negeri 1 Belik dihentikan hingga evaluasi dari pihak SPPG selesai.
Pihak sekolah juga memastikan tidak ada siswa yang mengalami keracunan akibat menu MBG tersebut.
"Hari Jumat kami tracking, aman-aman saja. Kelas yang bersangkutan tidak keracunan," kata Naila.
"Harapannya evaluasi besar-besaran, kebersihan dan semuanya jauh lebih baik. Semoga bisa komitmen dengan janjinya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Brayan Muluk, Ginanjar Sandika, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia mengatakan, dari 920 porsi MBG yang dikirim ke SMA Negeri 1 Belik pada Kamis (27/08), hanya satu ompreng yang ditemukan benda mencurigakan.