NADIKABAR.COM — Video temuan benda putih mirip belatung dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Belik, Kabupaten Pemalang, viral di media sosial.
Rekaman berdurasi 21 detik itu menunjukkan olahan makanan tempe yang terdapat benda putih yang disebut-sebut sebagai belatung oleh para siswa setempat.
Dari penelusuran NadiKabar, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (27/08), di SMA Negeri 1 Belik, Pemalang.Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 1 Belik, Naila Rozanah, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, benda putih ditemukan pada potongan lauk tempe, terjadi di Kelas X.6.
"Betul, kejadiannya Kamis (27/08) di kelas 10.6. Hanya ada satu ompreng yang ada benda seperti itu. Ompreng yang lain aman," kata Naila.
Menurutnya, siswa yang menemukan benda tersebut tidak langsung melapor kepada pihak sekolah, melainkan merekamnya hingga video tersebut beredar di media sosial. Ia sendiri baru mengetahui hal itu malamnya.
Setelah mendapat informasi dan memastikan kebenaran informasinya, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Brayan Muluk selaku pemasok MBG. Ia mendatangi dapur SPPG pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB untuk meminta penjelasan mengenai temuan tersebut.
Pihak SPPG datang ke sekolah pada keesokan harinya dan menyampaikan permintaan maaf serta menyatakan akan melakukan evaluasi. Sekolah dan SPPG kemudian sepakat menghentikan sementara distribusi MBG.
"Kami sepakat, MBG kami off-kan dulu, dalam batas waktu tidak ditentukan. Dari SPPG akan evaluasi besar-besaran karena banyak masukan juga," ujar Naila.
Untuk sementara, distribusi MBG ke SMA Negeri 1 Belik dihentikan hingga evaluasi dari pihak SPPG selesai.
Pihak sekolah juga memastikan tidak ada siswa yang mengalami keracunan akibat menu MBG tersebut.
"Hari Jumat kami tracking, aman-aman saja. Kelas yang bersangkutan tidak keracunan," kata Naila.
"Harapannya evaluasi besar-besaran, kebersihan dan semuanya jauh lebih baik. Semoga bisa komitmen dengan janjinya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Brayan Muluk, Ginanjar Sandika, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia mengatakan, dari 920 porsi MBG yang dikirim ke SMA Negeri 1 Belik pada Kamis (27/08), hanya satu ompreng yang ditemukan benda mencurigakan.
"Kita pengiriman 920, dari 920 salah satu ada indikasi dari telur lalat," kata Ginanjar.
Ia menyebut kejadian tersebut merupakan yang pertama kali terjadi di dapur SPPG Brayan Muluk. Namun, pihaknya belum dapat memastikan secara pasti asal benda tersebut.
"Ini pertama kali terjadi. Dari indikasi dapur kemungkinan lalat itu hinggap saat di dapur," ujarnya.
"Kami langsung koordinasi dengan pihak sekolah, kami memohon maaf, dan pihak sekolah minta di-hold (dihentikan) dulu MBG-nya," ujarnya.
Pihak SPPG kini melakukan evaluasi terhadap proses pengolahan dan kebersihan makanan, termasuk kemungkinan benda tersebut masuk saat proses pengolahan lauk.
Ditambahkannya, SPPG Brayan Muluk setiap hari memproduksi sekitar 3.060 porsi MBG untuk 16 sekolah, mulai jenjang TK hingga SMA serta Posyandu. Sementara SMA Negeri 1 Belik menerima sekitar 920 porsi MBG setiap hari yang dikirim dalam dua kali pengiriman.