NADIKABAR.COM — Pertamina Patra Niaga memastikan terus memperkuat langkah pengamanan pasokan BBM dan LPG di tengah dinamika geopolitik global yang turut berdampak pada rantai pasok energi, termasuk ketersediaan minyak mentah (crude oil) dan produk energi di pasar global.

Menghadapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga terus menyiapkan berbagai alternatif pengamanan pasokan secara cepat dan terukur.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan kondisi luar biasa tidak boleh menjadi alasan untuk mengesampingkan tata kelola. Perusahaan memastikan setiap keputusan strategis tetap dilakukan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Sebagai bagian dari langkah preventif tersebut, Pertamina Patra Niaga melakukan konsultasi dengan Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Konsultasi ini dilakukan untuk memperkuat perspektif pencegahan dalam proses pengambilan keputusan, khususnya ketika perusahaan menghadapi kondisi pasokan yang membutuhkan respons cepat dan adaptif.

"Situasinya boleh extraordinary, tetapi governance kami harus tetap kuat. Justru ketika urgensinya semakin tinggi, kontrol dan tata kelola harus semakin kuat. Kami harus bergerak cepat menjaga ketahanan energi, namun setiap keputusan tetap harus memiliki dasar kebutuhan yang jelas, terdokumentasi, dapat ditelusuri, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Mars Ega dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026).