Di sisi perusahaan yang mencari pekerja, kenaikan iuran jaminan sosial nasional dan upah minimum menjadi salah satu faktor yang membuat perekrutan menjadi lebih mahal, terutama untuk staf junior.

Namun, beberapa pihak menyebutkan kemungkinan bahwa data tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan pasar kerja lulusan. Bisa jadi, data tersebut menunjukkan pergeseran dalam cara lowongan pekerjaan diiklankan.

Salah satu yang memiliki pendapat demikian adalah Charlie Ball, seorang kepala intelijen pasar tenaga kerja di Jisc atau pemilik Prospects.ac.uk, yang mengatakan ada kemungkinan angka tersebut tidak selalu berarti kesempatan kerja bagi lulusan baru berkurang.

Ia menilai bahwa perusahaan bisa jadi tidak mengiklankan lowongan tersebut dengan sebutan spesifik untuk lulusan baru, melainkan diubah namanya menjadi posisi yang bisa diisi siapapun padahal pada akhirnya juga diisi oleh lulusan baru.