Dalam pengembangan kasus, polisi menyita aset senilai sekitar 215 juta Baht atau Rp 114,4 miliar. Aset tersebut meliputi 16 kilogram emas batangan dan perhiasan serta 28 sertifikat tanah. Otoritas kini masih menyelidiki aset mana yang merupakan milik pribadi dan mana yang seharusnya menjadi milik kuil.

Wat Phutthaisawan memiliki posisi penting dalam kehidupan keagamaan dan sosial di Thailand. Selain menjadi salah satu kuil kerajaan terkemuka, tempat ibadah itu juga memiliki banyak pengikut dari kalangan pejabat pemerintah, pengusaha, hingga anggota kepolisian dan militer.

Nama Phra Wachirayan Wi juga cukup dikenal di Thailand karena kemampuannya membuat jimat Buddha. Bahkan, Wakil Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul disebut-sebut sebagai salah satu tokoh yang mengenakan jimat buatannya.

Skandal yang menimpa Wat Phutthaisawan ini kembali memicu perdebatan publik mengenai transparansi pengelolaan dana kuil dan pengawasan terhadap lembaga keagamaan di Thailand. Banyak pihak mendesak pemerintah memperketat pengawasan keuangan kuil agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.