NADIKABAR.COM — Pria di Madiun, Dwi Bagus Martono alias Bagus atau DBM (40) tersangka pembunuhan istri sirinya Dini Hardiyanti (30) dan anaknya AGF (4) dengan keji, disebut membuat skenario licik untuk menutupi kejahatannya.

Bagus yang merupakan lulusan politeknik ternama di Bandung ini disebut menyusun siasat dengan berlagak kehilangan anggota keluarga hingga berujung pada pembuatan laporan orang hilang di kepolisian pada 5 Oktober 2026.

Awal mula skenario ini terbongkar dari kecurigaan keluarga korban Dini yang berada di Bogor. Korban yang biasanya rajin memberikan kabar setiap saat, tiba-tiba terputus komunikasinya secara misterius sejak 20 September 2026.

"Korban selalu berkomunikasi dengan keluarganya yang ada di Bogor. Dan komunikasi ini intens, artinya setiap saat dia selalu menginformasikan korban ada di mana, bagaimana keadaannya, bagaimana kondisinya. Namun komunikasi terakhir itu pada tanggal 20 September," kata Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Roy H M Sihombing di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (27/10).

Pihak keluarga yang cemas sempat berupaya mencari tahu keberadaan korban melalui tersangka. Namun, Bagus sengaja mengabaikan upaya komunikasi tersebut sehingga justru memancing kecurigaan yang lebih besar.

"Pihak keluarga ini juga sempat menghubungi pelaku, menanyakan keberadaan yang bersangkutan ada di mana. Namun respons pelaku tidak aktif sehingga menambah lagi kecurigaan dari pihak keluarga korban," katanya.

Keluarga korban kemudian berangkat dari Bogor menuju Madiun. Mereka berinisiatif melaporkan hilangnya Dini ke Polres Madiun Kota, pada 5 Oktober 2026.

"Nah dari situlah pihak keluarganya yang di Bogor merasa kok ada sesuatu yang tidak biasanya, komunikasi tapi tidak ada komunikasi. Sehingga yang bersangkutanlah keluarga yang di Bogor ini berinisiatif untuk membuat laporan orang hilang di Polres Madiun Kota," ucapnya.

Untuk memuluskan alibinya, pelaku dengan tenang ikut datang ke Mapolres Madiun Kota saat keluarga membuat laporan resmi. Kehadiran tersangka di kantor polisi tersebut dilakukan seolah-olah sebagai bentuk kepedulian suami yang sedang mencari keberadaan istri dan anaknya.