Lebih lanjut, sebanyak 80 persen siswa RI menilai guru memberikan bantuan tambahgan ketika mereka membutuhkannya. Persentase ini juga lebih tinggi dari rata-rata negara OECD (73 persen).
"Guru di Indonesia punya rasa tanggung jawab dan dedikasi tinggi kepada murid," kata Kepala Bidang Advokasi P2G Iman Zanatul Haeri.
"Guru menjelaskan materi ke murid sampai mereka benar-benar memahaminya. Dukungan belajar yang kuat dari guru dapat memperkecil ketimpangan pemahaman antarmurid, sebab guru meluangkan waktu ekstra kepada semua murid tanpa kecuali," sambungnya.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan, Kemendikdasmen akan berfokus pada peningkatan kompetensi guru dan memastikan pembelajaran matematika lebih kontekstual.
Dalam hal ini, Kemendikdasmen juga akan mengubah mindset pelatihan terhadap guru agar pembelajaran dapat diarahkan pada pemahaman konsep, penerapan konsep di dalam kehidupan yang nyata, dan pemecahan masalah.
"Bukan sekadar menghafal rumus. Jadi dukungan, terutama dukungan dari buku, dukungan dari pelatihan guru, asesmen, dan juga pendampingan sekolah, itu yang juga akan diselaraskan dengan arah tersebut," kata Toni.