Royanul mengatakan kelelahan mental yang tidak ditangani dan dicegah dapat menimbulkan masalah pada pekerja, berakibat pada penurunan produktivitas, bahkan meningkatkan risiko kecelakaan kerja.
Namun, Royanul mengingatkan hasil skrining tidak sama dengan diagnosis. Hasil skrining perlu dinilai lebih lanjut untuk penegakan diagnosis sehingga belum dapat dijadikan dasar penilaian kelaikan kerja.
Pengelolaan risiko psikososial menjadi semakin relevan pada pekerjaan dengan tuntutan tinggi, sistem kerja shift, lokasi kerja terpencil, paparan risiko operasional, maupun kebutuhan mempertahankan kesiapan fisik dan mental pekerja.
Dalam konteks kesehatan kerja, faktor psikososial dapat berkaitan dengan bagaimana pekerjaan dirancang dan dikelola, termasuk beban kerja, tuntutan pekerjaan, hubungan interpersonal, dukungan organisasi, hingga keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi.