"​Angka produktivitas tersebut tentu jauh melampaui rata-rata produktivitas padi secara keseluruhan di Kabupaten Sleman yang saat ini berada di kisaran 6,03 ton per hektare GKG," kata Liem.

​Selain unggul dari segi kuantitas hasil panen, Liem Astuti juga menekankan bahwa sistem budi daya yang diterapkan berdampak langsung pada mutu produk akhir yang dihasilkan.

​Hasil padi dari lahan seluas 12,5 hektare tersebut diolah menjadi beras sehat, yang tidak hanya bernutrisi tinggi tetapi juga lebih aman bagi kesehatan konsumen jangka panjang.

"​Melalui keberhasilan KT Ngudi Mulyo ini, DP3 Sleman berharap praktik baik budidaya tanaman sehat dan pengelolaan irigasi ramah lingkungan dapat terus direplikasi oleh kelompok tani lainnya di seluruh wilayah Kabupaten Sleman," katanya.