​Sementara itu, Pengurus Paguyuban Pasar Godean Sri Kundari menjelaskan pedagang terus beradaptasi dengan perubahan pola belanja masyarakat yang kini cenderung digital dan dinamis.

Selain menggelar kegiatan rutin bulanan dan mingguan, paguyuban juga telah mengembangkan layanan pesan-antar untuk komoditas sembako dan sayuran yang bermitra dengan rumah makan di sekitar pasar.

​Sri Kundari juga menyoroti potensi wisata religi di kawasan pasar, yakni keberadaan makam Mbah Jendrak, yang dinilai menjadi daya tarik khas dan tidak dimiliki oleh 32 pasar tradisional lainnya di Sleman.

​"Kami berharap adanya dukungan lintas sektor, tidak hanya dari Disperindag tetapi juga dinas pariwisata dan instansi lainnya, agar Pasar Godean semakin ramai dan pasar tradisional tetap jaya," kata Sri Kundari.