NADIKABAR.COM — Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyatakan hadirnya Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda di berbagai titik di Indonesia, termasuk di Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) memberikan dampak ganda (multiplier effect).
“Hadirnya SMA Unggul Garuda juga memberikan multiplier effect bagi masyarakat sekitar,” ujar Direktur Bina Talenta Sains dan Teknologi, Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek) Kemdiktisaintek, Adi Nuryanto di Tanjung Selor, Minggu.
Yang pertama, kata Adi Nuryanto, akan berdampak terhadap ekonomi, yaitu dapat menggerakkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal, rantai pasok pangan dan penyediaan jasa pendukung.
Kemudian, lanjutnya, Sekolah Garuda Unggul yang merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut juga berdampak sosial dan edukasi.
“Sekolah Unggul Garuda menjadi pusat inspirasi dan jejaring pembelajaran bagi sekolah-sekolah di sekitar melalui program kolaborasi dan pengabdian. Juga menjadi kebanggaan daerah dalam meningkatkan citra Kaltara di kancah nasional dan internasional,” katanya.
Adi Nuryanto menyebutkan SMA Unggul Garuda Bulungan merupakan salah satu dari empat SMA Unggul Garuda Baru yang dibangun pemerintah pusat, yaitu di Konawe Selatan, Belitung Timur, Timur Tengah Selatan dan Bulungan, serta ada 47 titik lainnya merupakan Sekolah Unggul Garuda Transformasi.
Pemilihan Kabupaten Bulungan, Kaltara menjadi salah satu lokasi SMA Unggul Garuda Baru, merupakan keputusan visioner.
“Bulungan adalah posisi geostrategis sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dan beranda depan pembangunan nasional. Pembangunan sekolah ini di Bulungan adalah bentuk nyata keadilan sosial di bidang pendidikan,” kata Adi.
Membangun SMA Unggul Garuda Bulungan, lanjutnya, adalah manifestasi keadilan sosial di bidang pendidikan, mematahkan anggapan bahwa sekolah unggulan berstandar dunia hanya ada di kota metropolitan, sekaligus menjadikannya rumah bersama bagi generasi muda berprestasi dari seluruh Indonesia.
Dalam upaya menjalankan proyek pembangunan Sekolah Garuda Unggul di Bulungan, katanya, pihaknya tentunya menghadapi beberapa dinamika di lapangan. Namun, tantangan kondisi geografis, cuaca, serta rantai pasok logistik material teknologi tinggi berhasil diatasi satu per satu dengan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas melalui sinergi yang solid antara Ditjen Saintek, pemerintah daerah dan kontraktor pelaksana.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras dan kerja cerdas serta didukung semangat gotong royong seluruh pihak, progres pembangunan SMA Unggul Garuda Bulungan saat ini telah menunjukkan capaian yang sangat signifikan,” ujarnya.