NADIKABAR.COM — Smile 3 kini resmi diproduksi. Paramount telah memberi lampu hijau dengan merombak jajaran tim di balik layar dengan menunjuk Nick Antosca yang membesut naskah Verity untuk menggarap skenario bersama sutradara David Bruckner.
Duet Antosca dan Bruckner ini mengambil alih tongkat estafet dari tangan Parker Finn, kreator sekaligus sosok yang merangkap sebagai penulis dan sutradara di dua film pertama Smile.
Variety pada Rabu (28/10) memberitakan Finn kini beralih peran sebagai produser bersama Temple Hill, didampingi Jonathan Fass yang menduduki kursi produser eksekutif.
Meski mundur dari kursi penyutradaraan, kerangka cerita untuk angsuran ketiga ini dipastikan tetap lahir dari rumusan ide Finn.
Pemilihan Antosca untuk meracik naskah terbilang menjanjikan. Selain mengadaptasi novel populer karya Colleen Hoover, Verity, ia juga dikenal sebagai kreator miniseri Cape Fear, The Act, hingga menulis naskah Antlers (2021).
Sementara itu, Bruckner juga sudah punya portfolio mentereng di proyek horor, seperti reboot Hellraiser (2022), The Ritual (2017), dan horor supranatural The Night House (2020).
Bruckner saat ini bahkan bisa dibilang salah satu sutradara yang begitu diminati karena dipercaya menulis dan mengembangkan reboot fiksi ilmiah horor klasik The Blob untuk Warner Bros., menggarap adaptasi The Caretaker yang dibintangi Sydney Sweeney untuk Universal, dan bersiap menyutradarai Mice di bawah bendera A24.
Waralaba ini sejatinya berjalan layaknya antologi sekuel lepas dengan cerita dan bintang utama yang selalu baru. Hingga kini, Paramount masih menutup rapat-rapat detail plot untuk Smile 3.
Film pertama menyoroti Sosie Bacon sebagai terapis yang dihantui halusinasi setelah melihat pasiennya tewas, sementara sekuelnya mengikuti perjalanan Naomi Scott sebagai bintang pop yang diteror kejadian janggal di tengah tur.
Format lepas ini membuat publik masih meraba-raba siapa bintang yang bakal jadi korban selanjutnya di film ketiga.
Keputusan Paramount untuk terus memerah waralaba ini jelas dilandasi catatan finansial yang gemilang. Film orisinalnya pada 2022 sukses mencetak status sleeper hit dengan raupan US$105 juta secara domestik dan US$217 juta secara global.
Meski sekuelnya pada 2024 tak sedahsyat pendahulunya, film itu tetap panen untung secara komersial dengan mengumpulkan US$69 juta di pasar domestik dan US$139 juta di seluruh dunia.
Pendapatan tersebut tetap membuat mereka cuan karena produksi hanya memakan bujet US$28 juta.
Sehingga, keseluruhan semesta Smile ini telah mengumpulkan lebih dari US$350 juta secara global.