Pengelolaan lingkungan juga dilakukan melalui prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), bank sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta pembuatan eco-enzyme.
Ia menyampaikan sekolah turut membuat lubang biopori, menata taman, memanfaatkan air hujan dan air bekas wudu, serta menerapkan penghematan listrik.
Selain itu, SMKN 2 Jakarta membina tiga sekolah, yakni SMKN 44, SMKN 19, dan SMKN 34 Jakarta melalui penyusunan modul PBLHS dan berbagi praktik pengelolaan lingkungan sekolah.
Tri mengatakan pelaksanaan program tersebut melibatkan siswa, guru, tenaga kependidikan, petugas kebersihan, orang tua, dan komite sekolah, serta didukung dunia usaha dan dunia industri bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup.
"Kami berharap melalui verifikasi lapangan ini, SMKN 2 Jakarta memperoleh arahan, bimbingan, serta masukan konstruktif dari tim penilai," katanya.