Pengurangan ekspor dari Indonesia tersebut masih berada dalam batas minimum sehingga tidak melanggar kesepakatan.

Bahlil menjelaskan total ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura dari Laut Natuna dan Sumatera mencapai 409,55 MMBTUD; sedangkan pengurangan pasokan dilakukan sebesar 31 MMBTUD atau sekitar 8 persen dari total ekspor tersebut.

Pengurangan pasokan gas tersebut dilakukan karena ada kegiatan pemeliharaan serta meningkatnya kebutuhan gas di dalam negeri, kata Bahlil.

Selain gas pipa, Indonesia juga memasok gas alam cair (LNG) ke Singapura sekitar 146 kargo.