NADIKABAR.COM β Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Vivian Balakrishnan menyebut Singapura dan Indonesia memiliki komitmen bersama untuk menghormati kontrak usai pengurangan ekspor gas dari Indonesia sebesar 31 MMBTUD.
"Jika kita mencermati dengan saksama pernyataan Perdana Menteri Lawrence Wong, Menteri (Energi, Perdagangan, dan Industri) Tan, serta para menteri Indonesia; kita akan melihat adanya komitmen bersama untuk menjunjung tinggi prinsip penghormatan terhadap kontrak. Ini merupakan hal yang baik," kata Menteri Vivian seperti dikutip di Jakarta, Kamis.
Dia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers terkait kunjungannya ke Indonesia untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto dan Menlu RI Arrmanatha Nasirβ.
Menurut Vivian, penghormatan terhadap kontrak tidak hanya menyangkut persoalan tertentu, tetapi juga berkaitan dengan kredibilitas dan daya saing perekonomian kedua negara.
Oleh karena itu, dia menyambut baik komitmen dari kedua belah pihak untuk melaksanakan kontrak yang telah disepakati.
Menteri Singapura itu menegaskan negara-negara di kawasan Asia Tenggara pada umumnya berpegang pada kontrak dan menjunjung tinggi prinsip penghormatan terhadap kontrak.
"Saya senang mengatakan bahwa, setidaknya berdasarkan pengalaman saya selama beberapa dekade, negara-negara di kawasan kita pada umumnya berpegang pada kontrak. Kontrak memiliki arti dan kekuatan yang nyata, serta prinsip penghormatan terhadap kontrak harus tetap dijunjung tinggi. Itu sangat penting," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Vivian juga menjelaskan Singapura telah menyiapkan terminal gas alam cair dan mendiversifikasi sumber pasokan energi untuk memperkuat kesiapan negara tersebut menghadapi berbagai situasi.
Sebelumnya, Senin (26/10), Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi RI Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia merupakan negara yang menghargai kontrak.
Pengurangan ekspor dari Indonesia tersebut masih berada dalam batas minimum sehingga tidak melanggar kesepakatan.
Bahlil menjelaskan total ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura dari Laut Natuna dan Sumatera mencapai 409,55 MMBTUD; sedangkan pengurangan pasokan dilakukan sebesar 31 MMBTUD atau sekitar 8 persen dari total ekspor tersebut.
Pengurangan pasokan gas tersebut dilakukan karena ada kegiatan pemeliharaan serta meningkatnya kebutuhan gas di dalam negeri, kata Bahlil.
Selain gas pipa, Indonesia juga memasok gas alam cair (LNG) ke Singapura sekitar 146 kargo.