Alvin mencontohkan maskapai yang bisa menunjukkan komunikasi efektif dengan menunjuk Singapore Airlines. Menurutnya, maskapai tersebut mengambil keputusan cepat dengan mengumumkan pembatalan seluruh penerbangan dari dan menuju Jakarta pada Senin dan Selasa, meskipun saat itu belum ada kepastian kapan Bandara Soekarno-Hatta akan kembali beroperasi normal.

"Mereka berani mengambil risiko itu, walaupun kita belum mengumumkan tanggal 7 itu buka atau tutup. Mereka mengambil inisiatif, daripada pelanggannya tidak ada kejelasan, mereka nyatakan full tidak diterbangkan," ujar Alvin.

Informasi pembatalan itu disampaikan kepada penumpang melalui berbagai kanal, mulai dari email, WhatsApp, hingga sambungan telepon. Dengan cara tersebut, penumpang memperoleh kepastian lebih awal sehingga tidak perlu menunggu berjam-jam di bandara tanpa informasi yang jelas.

Saat Bandara Soekarno-Hatta kembali dibuka, Singapore Airlines juga segera menghubungi penumpang untuk memberikan pilihan, apakah tetap terbang sesuai jadwal baru atau dialihkan ke maskapai lain yang sudah beroperasi.

Alvin berharap pola komunikasi seperti itu dapat menjadi contoh bagi maskapai nasional dalam menghadapi situasi darurat di masa mendatang.