"Ini yang saya harapkan bisa menjadi contoh bagi airlines kita untuk memberikan pelayanan lebih baik lagi," kata dia.

Selain Singapore Airlines, Alvin juga menyinggung pengalaman TransNusa saat terjadi gangguan penerbangan akibat aktivitas vulkanik di Bali beberapa tahun lalu. Ketika kondisi operasional masih belum menentu, maskapai tersebut memilih menghentikan penerbangan dan langsung mengembalikan dana tiket kepada penumpang.

"Walaupun kondisi Bali masih buka-tutup, mereka tidak mau repot, langsung refund. Itu yang saya lihat bagus dilakukan oleh TransNusa pada waktu itu, yang lain saya belum lihat," ujar Alvin.

Bagi APJAPI, pengalaman penutupan Bandara Soekarno-Hatta kali ini menunjukkan bahwa dalam situasi krisis, kecepatan dan kejelasan informasi sama pentingnya dengan upaya memulihkan operasional penerbangan. Penumpang tidak selalu membutuhkan kabar baik, tetapi mereka membutuhkan kepastian agar bisa mengambil keputusan dengan tenang.