"Korban saya angkat ada dua, kira-kira tinggi (lokasi kejadian) 2-3 meter. Yang parah tiga orang, satu anak dan dua ibu-ibu, lukanya bagian kaki," ujar Purwanto.

Diberitakan sebelumnya, sepur kelinci itu mengalami kecelakaan di jalan Dukuh Madirejo, Desa Krikilan, Bayat, Klaten, pada Minggu (13/9) siang. Gerbong kereta terguling di lereng setinggi sekitar tiga meter.

"Nanjak sampai sini tidak kuat. Yang terguling hanya bagian (gerbong) belakang," ungkap sopir kereta kelinci, Sriyono (67) di lokasi kepada NadiKabar, Minggu (13/9/2026).

Pantauan NadiKabar, lokasi berupa jalan desa di tengah perbukitan jati. Gerbong terguling di kanan jalan di kebun jati.

Kendaraan itu tidak mengalami kerusakan, termasuk gerbongnya. Evakuasi dilakukan warga dan gerbong dibawa dengan derek.

Para penumpang yang terluka dilarikan warga sekitar ke RSUD Bagas Waras Klaten. Sedangkan sisanya dijemput keluarganya dibawa pulang.

Sopir kereta kelinci, Sriyono yang merupakan warga Weru, Kabupaten Sukoharjo mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Menurut Sriyono, penumpang sekitar 50 orang dengan dua gerbong. Penumpang ibu PKK dari Desa Beji, Kecamatan Pedan.