Selain komitmen dana, Andre mempertanyakan janji peningkatan trafik melalui kerja sama tersebut. Andre mengatakan belum melihat adanya perpindahan trafik yang signifikan dari Kuala Lumpur International Airport maupun Changi menuju Kualanamu.

"Janji akan bawa trafik, ternyata kan omon-omon. Kita tidak melihat perpindahan trafik yang dari Kuala Lumpur International Airport ataupun dari Changi ke Kualanamu," tegas Sekretaris Fraksi Partai Gerindra MPR tersebut.

Andre juga menyoroti rencana penyelesaian komitmen pihak India melalui pinjaman dari pihak ketiga dengan menggunakan aset Indonesia sebagai jaminan. Menurutnya, skema tersebut harus dikaji secara hati-hati karena berpotensi merugikan InJourney, Angkasa Pura, maupun kepentingan negara.

"Kalau memang ini merugikan bagi InJourney, Angkasa Pura, apalagi sebenarnya pihak India ini, habis ngasih duit Rp 600 miliar, dia ingin menyelesaikan janjinya pakai pinjaman pihak ketiga juga dengan jaminan aset kita," katanya.