Dari sisi produksi, panen hanjeli telah menghasilkan lebih dari 20 ton dan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Di antaranya bubur hanjeli, rengginang hanjeli, brownies hanjeli, beras hanjeli, tepung hanjeli, kerupuk hanjeli, sabun hanjeli, hingga kerajinan dan aksesoris hanjeli.

Secara ekonomi, Asep menyampaikan Desa Wisata Hanjeli mampu menciptakan perputaran omzet hingga ratusan juta rupiah per tahun. Desa Wisata Hanjeli juga melibatkan lebih dari 150 anggota masyarakat dalam rantai produksi hanjeli dan wisata.

Saat ini, Desa Wisata Hanjeli telah menjadi destinasi edukasi berbasis pangan lokal pertama di Indonesia yang dikunjungi oleh berbagai institusi nasional dan internasional, sehingga memperluas akses pasar dan jejaring kolaborasi serta bagian dari Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark.

Dari sisi sosial, kata Asep, Desa Wisata Hanjeli mendorong pemberdayaan perempuan, kelompok tani dan generasi muda melalui pelatihan, pendampingan serta keterlibatan langsung dalam kegiatan desa. Program ini juga berkontribusi dalam pelestarian budaya dan pangan lokal yang hampir punah.