NADIKABAR.COM — Karyawan restoran Korea di kawasan Jalan Mayjen HR Muhammad mengaku jadi korban kekerasan seksual. Pelakunya diduga SSY (64), pemilik dari restoran tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, SSY merupakan Warga Negara Korea. Usianya pun sudah lansia. Sementara korbannya adalah MAD (28) yang bekerja sebagai sekretaris dan seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial SUF (24).

Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya Kompol Melatisari menyebut saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.

"Proses njeh (ya)," ujar Melatisari saat dikonfirmasi NadiKabar, Jumat (21/8/2026).

Ia belum membeberkan lebih lanjut apakah sudah ada pihak-pihak yang diperiksa dalam kasus tersebut. Namun proses disebut masih berjalan.

MAD mengungkapkan, peristiwa itu bermula pada 12 Maret 2026 lalu, sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, pelaku yang merupakan WN Korea kedatangan teman sesama WN Korea yang tinggal di Jember. Mereka lantas menggelar pesta miras di restoran yang berada dalam keadaan tutup.

"Itu minum mulai pukul 20.00 WIB malam, sampai dini hari 13 Maret 2026. Saya di resto dicekoki minuman. Setelah selesai minum, saya kehilangan kesadaran," ujar MAD, Kamis (20/8/2026).

MAD menuturkan saat itu ada beberapa saksi yang melihatnya dalam kondisi tidak sadar. Ia bahkan disebut sampai menabrak pintu, meja, hingga muntah di kamar mandi.

Dalam kondisi tersebut, korban mengira akan diantar pulang oleh terduga pelaku ke kosnya. Ternyata pelaku yang seharusnya membawa mobil dan memiliki sopir pulang dengan naik ke mobil teman Koreanya yang berasal dari Jember. Korban pun awalnya tak menaruh curiga terhadap pelaku.

"Dengan tanpa ada rasa curiga, karena memang sebelumnya tidak pernah terjadi hal apapun pada saya, saya ikut dia pakai mobil temannya itu. Mobilnya dia ditinggal di resto," ungkapnya.

Mereka kemudian berada dalam tiga orang di mobil tersebut menuju sebuah hotel karena teman Korea pelaku menginap di sana. Korban sudah berada dalam kondisi tidak sadar dan tidak berdaya.

Di sana korban mendengar bahwa pelaku ingin minum minuman keras lagi. Sedangkan saat itu adalah bulan Ramadan, dimana tak semua hotel menyediakan miras. Pelaku kemudian meminta diantar ke hotel lain di kawasan Surabaya Barat. Di sana ada teman-teman lainnya pula yang berasal dari Korea.