Partai beraliran kanan-tengah miliknya, Partai Otentisitas dan Modernitas (PAM), mendominasi perolehan suara dengan memenangkan 97 dari 395 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat. Hasil ini unggul 31 kursi dibandingkan pesaing terdekatnya, meskipun pemilu tersebut diwarnai oleh tingkat partisipasi pemilih terendah dalam dua dekade terakhir.
Kabinet kerajaan menyatakan bahwa Raja Mohammed VI kini telah menugaskan perempuan berusia 50 tahun itu, untuk memimpin pemerintah baru. Ini sangat bersejarah karena dalam jejak sejarah Maroko, semua PM adalah laki-laki.
Dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi, El Mansouri menyebut penunjukannya sebagai peristiwa yang "sungguh bersejarah". Menurutnya, sejarah baru itu menjadi kebanggaan bagi seluruh perempuan Maroko.
"Untuk pertama kalinya dalam sejarah negara kita, seorang perempuan memikul tanggung jawab memimpin pemerintahan," ujarnya.
"Ini merupakan sumber kebanggaan tidak hanya bagi saya, tetapi juga bagi seluruh perempuan Maroko," sambungnya.