NADIKABAR.COM — Fatima Ezzahra El Mansouri ditunjuk menjadi perdana menteri (PM) baru Maroko. Fatima merupakan PM perempuan pertama di Maroko. Bagaimana sosok perempuan ini?
Dikutip dari laman partainya, Parti Authenticité et Modernité (PAM), Fatima lahir di Marrakech, Maroko, pada tahun 1976. Sebelum aktif sepenuhnya di ranah pemerintahan dan politik, ia bekerja sebagai pengacara.
Adapun pendidikan hukumnya ia dapat dari jurusan hukum di Universitas Montpellier, Prancis.
Setelah menjadi politikus, Fatima memulai karier kepemimpinannya di berbagai jabatan. Ia memiliki rekam jejak panjang di tingkat legislatif sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Maroko untuk periode 2011, 2016, dan 2021.
Di partai ia juga menjabat sebagai Koordinator Nasional Kepemimpinan Kolektif Sekretariat Jenderal Partai PAM sejak Kongres Nasional ke-5 pada tahun 2024.
Wanita ini juga pernah menjadi Wali Kota Marrakech pada periode 2009-2015 dan menjadi wanita pertama yang menduduki posisi wali kota di Marrakech.
Ia pun pernah menjabat sebagai Menteri Perencanaan Wilayah Nasional, Tata Kota, Perumahan, dan Kebijakan Perkotaan Maroko sejak Oktober 2021.
Saat mengemban jabatan ini, Fatima berfokus pada isu tata ruang, penyediaan dokumen tata kota, penanganan kawasan pemukiman tidak layak hingga program dukungan perumahan layak.
Ia kemudian kembali mengemban jabatan sebagai Wali Kota Marrakech.
Kini, Fatima kembali mengemban jabatan baru. Dia ditunjuk Raja Maroko sebagai Perdana Menteri Maroko. Ia menjadi PM perempuan pertama di negara itu.
Dilansir AFP, Rabu (30/9/2026), penunjukan itu diumumkan oleh kabinet kerajaan, setelah partainya memenangkan pemilihan umum parlemen pekan lalu.
Partai beraliran kanan-tengah miliknya, Partai Otentisitas dan Modernitas (PAM), mendominasi perolehan suara dengan memenangkan 97 dari 395 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat. Hasil ini unggul 31 kursi dibandingkan pesaing terdekatnya, meskipun pemilu tersebut diwarnai oleh tingkat partisipasi pemilih terendah dalam dua dekade terakhir.
Kabinet kerajaan menyatakan bahwa Raja Mohammed VI kini telah menugaskan perempuan berusia 50 tahun itu, untuk memimpin pemerintah baru. Ini sangat bersejarah karena dalam jejak sejarah Maroko, semua PM adalah laki-laki.
Dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi, El Mansouri menyebut penunjukannya sebagai peristiwa yang "sungguh bersejarah". Menurutnya, sejarah baru itu menjadi kebanggaan bagi seluruh perempuan Maroko.
"Untuk pertama kalinya dalam sejarah negara kita, seorang perempuan memikul tanggung jawab memimpin pemerintahan," ujarnya.
"Ini merupakan sumber kebanggaan tidak hanya bagi saya, tetapi juga bagi seluruh perempuan Maroko," sambungnya.