"Namun, bagi seorang akademisi, hal itu tidak menakutkan jika kita bisa mendeskripsikannya-karena dengan begitu kita bisa menganalisis dan menanganinya," sambungnya.
Xiang lahir pada tahun 1972. Dia tumbuh dewasa di tengah masa saat China bangkit dari era kekuasaan Mao Zedong untuk mulai berdagang dengan dunia luar.
China mengalami urbanisasi besar-besaran. Masyarakat biasa beralih menjadi wirausahawan dan dunia bisnis mulai berkembang pesat untuk pertama kalinya di negara komunis tersebut.
Xiang tumbuh besar di Wenzhou. Dia menyaksikan kota itu bertransformasi menjadi pelabuhan industri.
Kini, Xiang tinggal di Jerman dan menjabat sebagai direktur Max Planck Institute for Social Anthropology serta meneliti perubahan sosial di China dan wilayah Asia lainnya. Xiang meyakini masyarakat China sedang berada di 'titik balik', di mana orang-orang mencari makna hidup sembari berupaya memahami perubahan sosial dan ekonomi yang berlangsung cepat.
"Saat itu, lingkungannya dipenuhi oleh para pemilik usaha kecil. Kebanyakan orang tidak terlalu memedulikan pendidikan, fokusnya adalah pada hal-hal praktis-khususnya, bagaimana cara menghasilkan uang," ujar Xiang.
Dia mengatakan banyak dari mereka yang berhasil melakukannya. Anak-anak mereka tumbuh di masa kejayaan pertumbuhan ekonomi dua digit.
Namun, katanya, ekonomi melambat selama pandemi COVID-19 dan belum pulih kembali. Kondisi itu membuat rumus lama seperti kerja keras sama dengan pekerjaan yang terjamin, tidak lagi berlaku. Dia menilai anak muda di China menginginkan narasi baru.
Tingkat pengangguran kaum muda sempat mencapai 21,3% sebelum pemerintah berhenti memublikasikan data tersebut pada pertengahan 2023. Mereka yang memiliki 'pekerjaan bagus', seperti pegawai negeri, karyawan perusahaan, dan insinyur, merasa cemas akan kehilangan pekerjaan mereka.
Mereka terus-menerus mengeluh secara daring tentang jam kerja yang panjang dan melelahkan, budaya kantor yang toksik, serta ketakutan akan 'kutukan usia 35' atau batas usia dalam iklan lowongan kerja yang membuat seseorang lebih sulit mendapatkan pekerjaan baru setelah melewati usia tersebut.