Korban tersebut merupakan kru, bahkan hingga penyewa, yakni SN (29) meninggal dunia saat tertidur di atas truk pengangkut sound horeg yang melaju. SN tewas seketika akibat kepalanya terbentur gapura di Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Jember (2/8).
Kemudian terjadi insiden dengan korban Bonari (44) yang meninggal terkena serangan jantung saat jalan kaki mengikuti karnaval sound horeg di Banyuwangi (23/8). Korban diduga menenggak miras sebelum karnaval dimulai.
Terakhir, yakni Slamet Timbang (57) yang meninggal dunia di wilayah Jombang, Jawa Timur.
Slamet diketahui tertimpa kanopi dan tembok saat mengantar istrinya ke apotek di tengah kemeriahan karnaval parade sound horeg di Desa Wringinagung, Jombang, Jawa Timur.
Pada kejadian itu, secara tiba-tiba tembok bangunan dengan kanopi ambruk dan menimpa korban, sehingga korban tewas di tempat.
Runtuhnya bangunan itu diduga dipicu karena getaran serta suara keras dari sound horeg hingga kabel yang tersangkut di bodi atau muatan truk sound yang melintas.