Sementara untuk daya jelajah, Giuseppe Garibaldi memiliki jangkauan sekitar 7.000 mil laut.

Bisa membawa pesawat dan helikopter

Bagian yang paling menarik dari kapal ini tentu saja adalah kemampuan membawa wahana udara.

Menurut data resmi Marina Militare Italia, Giuseppe Garibaldi dirancang untuk mengoperasikan sejumlah helikopter, seperti EH101, SH90A dan AB212. Kapal tersebut juga sebelumnya mampu mengoperasikan pesawat tempur STOVL AV-8B Plus Harrier II.

Konfigurasi air wing dapat disesuaikan dengan kebutuhan misi. Data resmi Italia mencatat kapasitas sekitar 18 hingga 20 pesawat, tergantung jenis dan konfigurasi wahana yang dibawa.

Namun, setelah berada di Indonesia, pemanfaatannya akan disesuaikan dengan kebutuhan TNI. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan kapal tersebut dapat dioptimalkan untuk Operasi Militer Selain Perang atau OMSP, terutama dalam penanggulangan bencana alam dan distribusi logistik ke wilayah terpencil.

Saat meninjau kapal pada 18 September, Menhan juga melihat langsung kemampuan flight deck yang dapat mendukung mobilitas udara dan memungkinkan empat helikopter melakukan lepas landas secara bersamaan dengan memanfaatkan fitur ski-jump.

Sebagai kapal perang, Giuseppe Garibaldi tidak hanya mengandalkan wahana udara yang dibawanya.

Data Marina Militare mencatat kapal tersebut dilengkapi satu peluncur delapan sel untuk rudal antipesawat Aspide. Selain itu, terdapat tiga sistem senjata DARDO yang menggunakan meriam Breda 40/70.

Kapal juga dilengkapi sistem pertahanan aktif dan pasif untuk menghadapi berbagai ancaman.

Meski begitu, nantinya kapal akan menjalani pembenahan fisik dan mesin agar sesuai dengan kebutuhan operasional TNI AL. Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan proses tersebut dilakukan setelah kapal berada di Indonesia.

Dari sisi personel, Giuseppe Garibaldi dapat menampung sekitar 825 orang awak.