NADIKABAR.COM — Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) mendesak Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) untuk memperluas pembelian produk fisik sawit petani melalui kemitraan koperasi dengan pabrik bersertifikat, untuk memberikan manfaat ekonomi yang layak bagi petani swadaya.
"RSPO harus membuktikan bahwa sertifikasi benar-benar membawa perubahan bagi kehidupan petani," kata Ketua Umum SPKS Sabarudin dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
SPKS, kata dia, meminta RSPO dan perusahaan anggotanya harus mengambil tanggung jawab lebih besar dalam membangun permintaan pasar.
Karena itu, SPKS mendesak RSPO untuk memperluas pembelian produk fisik petani melalui kemitraan koperasi dengan pabrik bersertifikat, meningkatkan komitmen pembelian kredit melalui skema shared responsibility, serta membuka data penerbitan, penjualan, stok kredit yang belum terserap, harga, dan pendapatan kelompok petani.
SPKS juga meminta RSPO memperjelas pengaturan terhadap perantara perdagangan kredit, termasuk keterbukaan biaya dan margin, serta memastikan kelompok petani memperoleh informasi dan kontrak transaksi yang dapat mereka pahami.