DPRD Tator juga meminta program MBG diganti ke bentuk lain yang dapat langsung diterima oleh penerima manfaat tanpa merugikan pihak mana pun. Selain itu mendorong evaluasi total pada rantai pelaksanaan program MBG mulai dari pengolahan hingga makanan dikonsumsi siswa.
"Meminta KPPG Kendari yang membawahi wilayah Tana Toraja untuk menjalankan tugas sesuai aturan, termasuk menanggung konsekuensi pembiayaan yang timbul," tuturnya.
"Melakukan evaluasi terhadap seluruh SPPG di Tana Toraja serta memberikan perhatian khusus pada keamanan psikologis anak dan guru yang terdampak," tambah Evivana.
Sementara itu jumlah siswa dan guru SMP di Tator yang diduga keracunan MBG terus bertambah. Jumlah korban yang mengeluh mengalami gangguan perencanaan dilaporkan sudah mencapai 173 orang.
Data dari Satgas MBG Tana Toraja hingga Jumat (4/9) pukul 20.30 Wita, total 165 orang dirawat di tiga rumah sakit (RS) berbeda. Jumlah itu bertambah setelah diketahui ada korban yang juga dirawat di tiga puskesmas sebanyak 8 orang.