NADIKABAR.COM — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) HIPMI Karyawangi, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, melibatkan dua juru masak bersertifikat bersama ahli gizi untuk menyusun menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus disukai peserta didik.
Ahli Gizi SPPG HIPMI Karyawangi Salma Karisa di Bandung Barat, Jumat, mengatakan kolaborasi tenaga kuliner dan ahli gizi diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara kualitas gizi, cita rasa, dan variasi makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
"Perpaduan antara aspek kuliner dan ilmu gizi menjadi kunci agar makanan tidak hanya sehat, tetapi juga disukai anak-anak," ujarnya.
SPPG yang berlokasi di Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong tersebut beroperasi sejak September 2025 dan melayani sekitar 3.200 penerima manfaat yang terdiri atas pelajar, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dengan dukungan 52 tenaga kerja.
Dalam penyusunan menu, pengelola juga menampung kritik dan saran dari siswa melalui formulir yang disediakan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan variasi makanan pada penyajian berikutnya.
Salma mengatakan sejumlah siswa memberikan masukan mengenai jenis makanan yang diinginkan, seperti spageti dan roti, serta menyampaikan ketidaksukaan terhadap lauk tertentu.
"Anak-anak cukup aktif memberikan masukan. Ada yang meminta spageti, roti, atau menyampaikan kalau tidak suka menu tertentu. Semua kami tampung sebagai bahan evaluasi, meski tentu tetap disesuaikan dengan standar gizi yang harus dipenuhi," katanya.
Selain mengevaluasi menu berdasarkan masukan siswa, SPPG HIPMI Karyawangi menyampaikan informasi kandungan gizi makanan kepada orang tua agar mereka mengetahui nutrisi yang dikonsumsi anak melalui program tersebut.
Pengelola juga membagikan video saat Salma mencicipi makanan yang akan dibagikan kepada siswa melalui kepala sekolah untuk diteruskan kepada orang tua, serta mengunggah informasi menu harian melalui akun media sosial.
"Kami ingin masyarakat mengetahui secara terbuka bagaimana makanan dipersiapkan dan seperti apa menu yang diterima siswa setiap harinya," ujarnya.
Menurut Salma, pemilihan bahan pangan dan pengolahan makanan turut menjadi perhatian dalam penyediaan menu, termasuk menjaga tekstur sayuran agar tidak terlalu lembek serta mengembangkan variasi hidangan seperti chicken katsu dan macaroni schotel.
Ia mengatakan pengelolaan dapur MBG tidak hanya berfokus pada produksi makanan, tetapi juga harus memperhatikan standar gizi, keamanan pangan, cita rasa, dan keterbukaan informasi agar layanan pemenuhan gizi dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.