Menurut Marsih, ada satu kelas di SMPN 6 Boyolali yang kemarin tidak mengonsumsi MBG tersebut dan mereka semua aman. Mereka tidak mengalami gejala keracunan.
"Ada satu kelas yang kemarin tidak konsumsi, Alhamdulillah sehat semua. Kelas VIII E itu menurut wali kelasnya tidak mengonsumsi," ungkapnya.
Kepala SMPN 2 Boyolali, Siyamto Budi, mengatakan ada sejumlah siswa yang mengalami keluhan sakit perut dan diare. Hari Kamis kemarin ada 3 siswa dan hari ini ada 4 siswa. Mereka masuk sekolah dan tidak sampai dibawa ke Puskesmas.
"Kemarin ada 3, hari ini ada 4. Itu pun anaknya yang kemarin salah satunya," kata dia.
Komisi IV DPRD Boyolali dan Camat Boyolali, hari ini tadi juga langsung mendatangi kedua sekolah tersebut. Plt Camat Boyolali, Ning Martuti, mengatakan dari hasil pendataan di SMPN 6 Boyolali, terdapat 96 anak, 3 guru dan satu TU yang sakit. Kemudian ada 26 anak yang tidak masuk sekolah dan izin sakit.
"Kemudian kami tadi juga nyambangi ke SMP 2 itu disampaikan di sana ada 5 anak yang mengeluhkan kan sakit, ya sakit perut dan diare," jelasnya.
Disampaikan Ning Martuti, MBG di SMPN 2 dan SMPN 6 Boyolali disuplai dari SPPG Siswodipuran 2.
"Kemudian dari perform-nya makanan yang di ini sama di SMP 2 dan di sini (SMPN 6) itu dagingnya sudah bau. Kemudian jamurnya itu rasanya kecut begitu," tambahnya.
Pihaknya berharap, jika masih ada keluhan dari siswa untuk segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.