NADIKABAR.COM — Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Aceh di Kecamatan Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar dalam kegiatan gelar griya (open house) mengundang berbagai komponen pemerintah dan masyarakat untuk melihat langsung proses bertumbuh para siswa di sekolah itu.

“Hari ini kami membuka pintu Sekolah Rakyat. Kami mengundang masyarakat melihat, anak-anak yang sedang bertumbuh, menyaksikan mimpi-mimpi yang mulai hidup, dan ikut menjaga agar harapan mereka tidak pernah padam,” kata Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Aceh, Seri Amalia di Kuta Malaka, Sabtu.

Ia menjelaskan dalam kegiatan bertajuk “Dulu Kami Bermimpi, Kini Kami Berani” yang berlangsung secara nasional, para tamu undangan mendapatkan pemaparan terhadap berbagai kegiatan dan proses belajar mengajar yang diikuti oleh para siswa baik saat sekolah maupun di asrama.

Pihaknya tidak hanya mengajarkan baca, tulis, dan hitung, tetapi juga menanamkan karakter, moral, serta rasa percaya diri kepada para siswa.

“Kami ingin memastikan bahwa Sekolah Rakyat menjadi wadah bagi mereka untuk berani bermimpi besar dan meraih cita-cita setinggi-tingginya,”katanya.

Ia menyadari untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bukanlah tugas yang bisa dipikul oleh sekolah sendirian. Kerja sama, kolaborasi, dan dorongan dari Pemerintah Daerah sangat berarti.

“Kami juga membuka sesi diskusi para tamu undangan dengan murid sehingga mereka dapat berinteraksi langsung terkait apa saja fasilitas yang diberikan serta bagaimana proses layanan pendidikan di SRT 3 Provinsi Aceh,” katanya.

Ia menyebutkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Aceh memiliki murid berjumlah 427 untuk jenjang SD, SMP dan SMA.

Hal senada juga disampaikan Kepala Sekolah Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 1 Aceh Besar, Ilza Satriadi. Ia menjelaskan kegiatan tersebut serentak di seluruh Indonesia guna memperkenalkan program strategis nasional yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada masyarakat luas.

“Kegiatan ini menjadi momentum bagi SRMA 1 Aceh Besar untuk memperkenalkan penyelenggaraan pendidikan Sekolah Rakyat, program pembinaan peserta didik, serta berbagai fasilitas pendukung pembelajaran kepada unsur pemerintah, mitra, orang tua, dan masyarakat,” katanya.

Gelar griya juga bertujuan membangun pemahaman publik bahwa Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Ia mengatakan lewat pendidikan, pendampingan, dan pembinaan yang terintegrasi, Sekolah Rakyat diharapkan dapat membuka peluang bagi peserta didik untuk meraih masa depan yang lebih baik sekaligus menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai kemiskinan.