Kemudian, ada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan elektabilitas 0,6 persen, ketua umum partai dan menteri koordinator Muhaimin Iskandar 0,2 persen, petinggi partai dan menteri koordinator Sugiono 0,2 persen, anggota Wantimpres Rocky Gerung 0,1 persen, Abdul Somad 0,1 persen, ketua umum partai Kaesang Pangarep 0,1 persen, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir 0,1 persen, ketua umum partai dan menteri koordinator Bahlil Lahadalia 0,1 persen, dan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra 0,1 persen.
Berlanjut pada simulasi ke-2, yaitu simulasi pilpres dengan 17 nama ketua umum partai politik dan tokoh yang mungkin diusung oleh partai non-parlemen dan partai baru, Presiden Prabowo masih menduduki posisi puncak untuk elektabilitas tertinggi sebesar 34 persen, diikuti oleh Anies Baswedan 19,4 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 11,1 persen, Gibran Rakabuming Raka 10,9 persen, dan Muhaimin Iskandar 3 persen.
Selanjutnya, ada Yusril Ihza Mahendra dengan elektabilitas 1,7 persen, diikuti oleh Pramono Anung 1,6 persen, Ketua DPR RI Puan Maharani 1,4 persen, Kaesang Pangarep 1,3 persen, ketua umum partai Surya Paloh 1,1 persen, ketua umum partai dan menteri koordinator Zulkifli Hasan 0,8 persen, Bahlil Lahadalia 0,6 persen, ketua umum partai Muhammad Mardiono 0,5 persen, ketua umum partai Al Muzzammil Yusuf 0,4 persen, ketua umum partai dan wakil menteri Anis Matta 0,3 persen, dan ketua umum partai Angela Tanoesoedibjo 0,2 persen.
Terakhir, simulasi lima nama kandidat yang diyakini maju Pilpres 2029, elektabilitas tertinggi masih diperoleh Prabowo Subianto dengan perolehan suara 40,5 persen, diikuti oleh Anies Baswedan 17,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 14 persen, Gibran Rakabuming Raka 12,2 persen, dan Pramono Anung 3,9 persen.