Data deformasi EDM (Electronic Distance Measurement) memperlihatkan pola yang fluktuatif dengan adanya deflasi di akhir periode. Data deformasi dari tiltmeter Stasiun Laukawar memperlihatkan deflasi pada sumbu.

Secara visual aktivitas hembusan di puncak Gunung Sinabung mengalami penurunan yang cukup signifikan, yaitu intensitas yang semakin menipis dan perubahan warna asap menjadi lebih terang.

Tak hanya itu, terjadi penurunan jumlah gempa vulkanik dalam dan gempa tektonik yang sumbernya di sekitar Gunung Sinabung, sehingga potensi terjadinya letusan juga menurun.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi yang dilakukan Badan Geologi secara menyeluruh hingga 15 Oktober 2026, maka tingkat aktivitas Gunung Sinabung diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) terhitung mulai 17 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB.