Dalam wawancara dengan Variety, Ashe yang kini sudah menikah kembali dengan musisi John Canada ini mengakui lagu Stop The Wedding! tersebut seperti permohonan dramatis kepada dirinya di masa lalu untuk meninggalkan hubungan pernikahannya sebelum benar-benar dimulai.
"Ada rasa syukur yang luar biasa atas hidup saya saat ini-saya tentu tidak bersyukur memiliki mantan suami yang kasar, tetapi saya bersyukur atas kisah dan karya seni yang kini sangat saya banggakan," kata Ashe.
Namun seperti keinginan Ashe, lagu tersebut bagai menjadi suara yang dirasakan berbagai perempuan di luar sana. Lagu itu dengan cepat menjadi debut solo terbesar Ashe.
Ashe mengakui bahwa lagu tersebut lahir memang dari pengalamannya menjalani rumah tangga yang toksik dan manipulatif. (AFP/VALERIE MACON)
Dalam tiga minggu pertama, lagu ini telah meraih 15 juta stream di Spotify dan masuk ke dalam daftar 50 lagu yang sedang tren di TikTok, bahkan memicu tren Stop The Wedding.
"Rasanya seperti, akhirnya!" ungkap Ashe menanggapi kesuksesan lagu tersebut. "Jika ada orang yang berkomentar, 'Wah, sukses sekali dalam semalam,' saya justru bangga karena saya sudah menekuni bidang ini sejak lama. Sekarang orang-orang menyadari, 'Ya ampun, ternyata dia adalah gadis yang sama yang merilis lagu Moral of the Story.'"
"Saya benar-benar merasa telah sampai di titik ini. Dan menurut saya, untung saja hal ini tidak terjadi lebih cepat. Memang tepat bahwa Stop the Wedding! adalah lagu yang mengubah segalanya."