"Bayangkan, 20 tahun dari sekarang, gadis kecil ini mungkin dilamar oleh orang yang salah, merasa terjebak dalam pekerjaannya, bingung memilih jurusan kuliah, atau diminta melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak cocok untuknya. Lalu, ia teringat kembali pada lagu Stop the Wedding!," tutur Ashe dengan mata berkaca-kaca.
"Mungkin ada satu generasi perempuan yang bisa terpengaruh oleh lagu ini-bayangkan jika kita bisa membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik? Saat itu saya langsung menangis dan berpikir, 'Wah, itulah inti dari semuanya.'"
Ashe menyebut dirinya kini sudah pulih setelah mengalami rumah tangga yang kandas pada 2018, kehilangan saudaranya pada 2019, dan dilanjutkan dengan hiatus untuk rehat pada 2022.
Ashe kemudian menikah dengan John Canada pada 2025 dan menciptakan musik dari sudut pandang bahagia serta penuh "imajinasi" yang tertuang dalam album terbarunya, The Girl of Your Dreams.
"Saya menulis seluruh album ini dari kondisi diri yang sudah pulih, utuh, dan merasa puas. Saya tidak sedang dalam pencarian. Saya tidak lagi mencari jati diri, mencari cinta, ataupun mencari tujuan hidup," kata Ashe.
"Ini adalah album yang terasa sudah pulih, jenaka, dan menyenangkan-dan saat ini, kondisi mental dan emosional saya benar-benar stabil," paparnya. "Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya tidak terlalu terpaku pada kesuksesan karya ini. Padahal, saya mengatakan hal tersebut tepat saat saya sedang mengalami perilisan terbesar dalam karier saya."