NADIKABAR.COM — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengungkapkan strategi yang disiapkan pemerintah untuk menciptakan Indonesia sebagai negara pencipta kapasitas digital, dan tidak hanya menjadi pasar digital global.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya meyakini bahwa sinergi antar-pemangku kepentingan memainkan peranan penting agar cita-cita tersebut dapat terwujud.
"Sinergi harus menghasilkan dampak nyata, saya pikir kita sama-sama sepakat tentang hal tersebut. Dalam satu dekade ke depan, kita ingin bergerak dari digital adoption menuju digital value creation, dari pasar digital yang besar menuju kapasitas digital yang kuat," kata Fifi dalam acara Antara Business Forum (ABF) 2026 bertajuk "The Synergy Horizon: Positioning Indonesia for the Next Decade" di Jakarta, Rabu.
Fifi menjelaskan bahwa arah kebijakan transformasi digital Indonesia saat ini dibangun melalui tiga prinsip utama, yakni "Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga".
Dengan mengusung pilar tersebut, Indonesia mengupayakan agar kedaulatan digital nasional dapat berjalan beriringan bersama laju kemajuan teknologi.
Pada pilar "Terhubung", sasaran pemerintah tidak lagi sekadar memperluas jangkauan jaringan, melainkan bergeser menuju konektivitas bermakna atau meaningful connectivity.
Menurut Fifi itu artinya koneksi internet di Indonesia harus mampu memberikan manfaat yang nyata dan membuka peluang ekonomi yang riil bagi masyarakat.
Pergeseran cara pandang dari pengguna menjadi pencipta juga disoroti Fifi menyikapi pesatnya teknologi Kecerdasan Artifisial (AI). Berdasarkan data 2026, tingkat adopsi AI di Indonesia telah menyentuh angka 92 persen.
Agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton dan pengguna AI global, pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
Hal ini menjadi bagian dari aspek penting kedua yaitu "Tumbuh". Penguatan talenta digital ini sangat krusial agar teknologi AI tidak hanya menjadi solusi aplikatif, tetapi nilainya juga mampu diciptakan dari dalam negeri.
"Infrastruktur dan teknologi tidak akan menghasilkan nilai tambah tanpa talenta yang mampu menggunakannya. Karena itu penguatan talenta digital harus berjalan seiring dengan penyiapan infrastruktur dan industri," kata Fifi.
Terakhir keamanan tidak boleh luput sebagai perwujudan prinsip "Terjaga". Fifi menyoroti bahwa ke depannya, setiap inovasi di ruang digital Indonesia harus mengedepankan prinsip security, privacy, and safety by design.
Keamanan dan pelindungan data tidak boleh menjadi suatu hal yang sifatnya sisipan, melainkan wajib dirancang sejak awal suatu teknologi dibangun.
Ketiga aspek dalam transformasi digital itu juga memiliki satu tujuan yaitu untuk membentuk kedaulatan digital Indonesia.
Secara lebih rinci, Fifi menjelaskan kedaulatan digital Indonesia dibangun dengan sikap terbuka pada investasi global di sektor digital.
Namun, investasi tersebut diwajibkan untuk berkontribusi pada pengembangan kapasitas nasional, seperti mendukung pusat riset dan inovasi, infrastruktur, industri, hingga talenta digital.
"Kedaulatan digital bukan berarti menutup diri. Kedaulatan berarti memiliki kapasitas untuk menciptakan dan menentukan masa depan digital kita sendiri. Masa depan digital Indonesia," kata Fifi.