Selain memicu peradangan tinggi, dr Yaze mewanti-wanti fenomena 'memori sel lemak' akibat lonjakan berat badan yang drastis.

Ketika seseorang mengalami kenaikan berat badan secara cepat, sel lemak di dalam tubuh akan merekam ukuran besar tersebut beserta kebiasaan asupan kalori yang melimpah.

Dampaknya, saat orang tersebut berusaha menjalani program diet, sel lemak justru akan melakukan perlawanan dan memicu efek yoyo (berat badan mudah naik kembali).

"Sel lemak kamu ini punya memori dan dia akan memaksa kamu untuk balik lagi ke makanan-makanan enak. Dia mikirnya, 'yang kemarin makanannya banyak dan enak, kok sekarang malah dikurangin?' Nah, ini yang bikin kamu jadinya susah untuk turun berat badan," terang dr Yaze.

Ukuran sel lemak yang membesar akibat stress eating ini sebenarnya membuat sirkulasi oksigen di jaringan tubuh menjadi lebih sulit.