NADIKABAR.COM — Kondisi kulit bisa mengalami perubahan saat tubuh sedang dalam kondisi stres. Jerawat dapat muncul lebih banyak dan terlihat semakin parah.
Situasi ini membuat banyak orang bertanya-tanya, apakah stres memang bisa mengakibatkan timbulnya jerawat?
American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa stres tidak secara langsung menyebabkan jerawat, namun stres bisa membuat jerawat yang sudah ada menjadi semakin parah
Saat mengalami stres, tubuh melepaskan hormon kortisol yang bisa meningkatkan jumlah minyak di kulit wajah. Minyak yang berlebih bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan munculnya jerawat
Stres juga mempengaruhi proses penyembuhan kulit. Jerawat membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh jika tubuh sedang mengalami stres. Akibatnya, jerawat bisa bertahan lebih lama dan rentan mengalami breakout.
Proses penyembuhan yang lebih lambat juga mengakibatkan lebih banyak jerawat terlihat di waktu yang sama. Jerawat baru muncul di saat jerawat yang lama belum sembuh dapat menyebabkan kondisi kulit terlihat semakin buruk.
Kondisi stres mampu meningkatkan produksi zat yang memicu peradangan seperti sitokin. Pada waktu yang sama, fungsi sistem kekebalan tubuh dapat menurun yang berpengaruh pada proses penyembuhan kulit.
Peradangan juga bisa membuat jerawat terlihat semakin merah, bengkak, dan terasa nyeri. Sementara itu, proses penyembuhan yang lebih lambat membuat jerawat semakin lama untuk membaik.
Stres yang berlangsung lama juga akan berdampak pada skin barrier. Jerawat baru akan lebih mudah datang karena kulit sulit untuk memperbaiki dan melindungi diri.
Cara mengurangi risiko jerawat akibat stres
Mengelola stres penting untuk dilakukan agar kondisi jerawat tidak semakin parah. Hal yang bisa dilakukan salah satunya adalah dengan melakukan yoga. Gerakan yoga mampu membantu membuat rileks otot di tubuh dan menenangkan pikiran.
Tidur yang cukup juga penting untuk menjaga kesehatan kulit. Kurang tidur bisa meningkatkan stres yang bisa menyebabkan kondisi jerawat semakin buruk. Cobalah untuk tidur 8-10 jam untuk remaja, 7-9 jam untuk orang dewasa, dan 7-8 jam untuk lansia.
Selain itu, olahraga juga memiliki manfaat yang bagus untuk mengelola stres. Tidak perlu melakukan olahraga yang berat dan mahal. Cukup lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, jogging, berenang, berkebun, dan menari.
Menjaga pola makan baik untuk menjaga kesehatan tubuh dan pencernaan. Pilihlah makanan yang mendukung keseimbangan bakteri baik di usus, khususnya yang mengandung prebiotik dan probiotik seperti sayur dan buah.