Saat mengalami stres ringan, tubuh biasanya merasa gugup dan sedikit tertekan. Menariknya, ternyata kondisi bisa membantu meningkatkan kinerja otak.

Stres ringan dapat merangsang produksi zat kimia otak bernama neurotropin yang membantu memperkuat hubungan antarsel saraf. Efeknya bisa meningkatkan daya ingat dan konsentrasi yang membuat seseorang bekerja lebih produktif.

Penelitian juga menemukan bahwa stres dalam waktu singkat bisa membantu seseorang untuk mengingat informasi, misalnya ketika sedang menghadapi ujian.

Stres bukan hanya bisa meningkatkan fungsi kognitif saja, tetapi juga dapat membantu melindungi tubuh dari infeksi. Stres dengan kadar sedang bisa mendorong produksi zat kimia yang disebut interleukin yang fungsinya untuk melindungi tubuh dari penyakit.

Contohnya, ketika virus penyebab pilek sedang menyebar, stres ringan justru bisa meningkatkan daya tahan tubuh yang membuat kita terhindar dari penyakit tersebut. Berbeda halnya jika sedang mengalami stres berat, tubuh justru akan lebih rentan terkena penyakit.