Para peneliti juga menemukan enam jenis makanan dan bahan tertentu dengan risiko kematian yang jauh lebih rendah.
Beberapa makanan yang dikaitkan dengan manfaat kesehatan bahkan bukan jenis makanan yang biasanya dikonsumsi secara langsung. Minyak zaitun extra virgin, misalnya, dikaitkan dengan risiko kematian 33 persen lebih rendah, sedangkan lada hitam dikaitkan dengan risiko 28 persen lebih rendah.
Temuan ini menunjukkan bahwa memasak makanan sendiri bisa memberikan manfaat bagi kesehatan. Memasak di rumah dapat membantu mengurangi asupan kalori sekaligus menurunkan risiko penyakit kronis, seperti diabetes.
Sementara itu, dari kelompok makanan, asparagus dan brokoli menunjukkan kaitan paling kuat dengan risiko kematian yang lebih rendah, yakni sebesar 31 persen. Labu butternut menyusul dengan risiko 25 persen lebih rendah, sedangkan terong dikaitkan dengan risiko 21 persen lebih rendah.
Tak hanya itu, roti gandum utuh juga menunjukkan penurunan angka kematian yang signifikan pada tingkat yang mirip dengan minyak zaitun. Bayam, salad, bawang bombai, jamur, lentil, kacang-kacangan, dan paprika juga dikaitkan dengan umur yang lebih panjang.
Secara keseluruhan, temuan ini mendukung perlunya mengonsumsi lebih banyak makanan utuh hasil pertanian segar dan serat ke dalam pola makan. Makanan-makanan yang dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah merupakan makanan pokok dalam diet Mediterania, yang terbukti membantu mengontrol berat badan, meningkatkan kesehatan otak, dan menurunkan risiko sejumlah penyakit metabolik.