Professor of Economics and Behavioural Science di Saïd Business School University of Oxford, sekaligus Director of the Wellbeing Research Centre Jan-Emmanuel De Neve menegaskan bahwa wellbeing dan produktivitas tidak dapat dipisahkan.

"Selama ini produktivitas sering dipandang sebagai hasil dari keterampilan, pengalaman, atau insentif. Namun, data kami menunjukkan bahwa pekerja yang lebih resilien cenderung memiliki kinerja yang lebih baik," kata De Neve.

"Ketika individu memiliki dukungan yang memadai untuk menjaga kesehatan fisik, psikologis, sosial, finansial, dan digital mereka, mereka cenderung lebih siap menghadapi perubahan dan mampu memberikan kontribusi yang lebih baik bagi organisasi," ujarnya.